top of page

Sistem Penomoran Baja: AISI, SAE, UNS, ASTM, SNI

Diperbarui: 6 Sep 2023

Hi Imajiners!


Secara Umum baja diklasifikasikan dengan baja karbon dan baja paduan, baja juga secara terpisah diklasifikasikan dengan komposisi kimianya. Banyak spesifikasi yang ada pada produk baja.


Spesifikasi ini dibagi menjadi dua kategori, penunjukkan berdasarkan komposisi dan spesifikasi produk. Penunjukan Komposisi dikembangkan oleh AISI (american Iron and Steel Institute ) dan SAE ( society of Automotive Engineers ). Sistem penomoran baja mengacu kepada UNS (Unifed Numbering System) untuk logam paduan. Spesifikasi yang banyak digunakan berasal dari ASTM ( American Sociaty for testing Materials).


Bagaimana cara membaca Sistem Penomoran Baja?


Sistem Penomoran Baja: AISI, SAE, UNS, ASTM, SNI
Gambar 1. Sistem Penomoran Baja: AISI, SAE, UNS, ASTM, SNI

Dalam membandingkan standard baja, standard baja satu dengan standard baja lainnya tidak lah persis sama (equivalent). Misalnya, sebagai contoh JIS SNCM 439 dan steel AISI 4340 dan DIN 34NiCrMo6 tidaklah sama namun comparable bila dilihat dari komposisi kimia dan mechanical properties steel tersebut.


Comparable adalah istilah yang tepat untuk membandingkan standard, karena memang tidak ada standard yang sama persis. Jadi pengenaan istilah equivalent dalam keseharian adalah istilah yang sebenarnya rancu namun sudah menjadi kesepakatan umum untuk maksud seperti diatas.



Penomoran Baja AISI-SAE


Sistem Penomoran Baja: AISI, SAE, UNS, ASTM, SNI
Gambar 2. Sistem Penomoran Baja: AISI, SAE, UNS, ASTM, SNI

Standarisasi dengan sistem AISI dan SAE merupakan tipe standarisasi berdasarkan pada susunan atau komposisi kimia yang ada dalam suatu baja. AISI memakai standard dengan system penomoran yang sama dengan SAE, namun menambahkan huruf untuk menujukan proses pembuatan baja. Sebagai contoh prefix “C” untuk open hearth furnace basic oxygen furnace (BOF) dan “E” untuk electric arc furnace.


Ada beberapa ketentuan dalam Standarisasi baja berdasarkan AISI atau SAE, yaitu :

Dinyatakan dengan 4 atau 5 angka:


Contoh AISI No. 1045


1. Digit pertama menunjukkan jenis baja.

2. Digit kedua menunjukkan:

  • Modifikasi jenis baja paduan (persentase bahan alloy).

  • Angka 0 berarti penambahan unsur Karbon (C) yang utama

  • Angka 1 berarti penambahan unsur belerang (S) yang utama

  • Angka 2 berarti penambahan unsur Posfor (P) yang utama

  • Angka 3 berarti penambahan unsur Mangan (Mn) yang utama

  • Angka 4 berarti penambahan unsur Silikon (Si) yang utama

3. Dua atau tiga digit terakhir menunjukkan persentase kadar karbon.

4. Bila terdapat huruf di depan angka maka huruf tersebut menunjukkan proses pembuatan bajanya.


Contoh AISI 1045, berarti :

- Angka 1: Baja Karbon (carbon steel)

- Angka 0: (0 = plain tidak ditambahkan sulfur & fospor)

- Angka 45: Kadar karbon (0.45% Karbon)


Contoh AISI No. 4140
  • dua digit pertama menunjukkan baja paduan Kromium-Molibdenum

  • dua digit terakhir menunjukkan kandungan karbon kira-kira 0,4%

Sistem Penomoran Baja: AISI, SAE, UNS, ASTM, SNI
Gambar 3. Sistem Penomoran Baja: AISI, SAE, UNS, ASTM, SNI

Awalnya AISI (The American Iron & Steel Institue) memiliki standard yang diterima luas di Amerika serikat dan Negara lainnya. Tetapi standar AISI tidak mencakup semua jenis logam/metal, dan tidak begitu informatif megenai properties beberapa logam. Kemudian dua organisasi Standard Amerika, ASTM (American Society for Testing and Material) dan SAE (Society of Automotive Engineers) mengembangkan sebuah standard untuk logam yaitu UNS (The Unified Numbering System).



Penomoran Baja Unified Numbering System (UNS)


Bila pada AISI/SAE system penomoran terdiri dari 4 digit, UNS mengunakan 6 digit untuk menggambarkan logam baik dari komposisi kimia, proses manufaktur, dan perlakuan panas. Digit pertama terdiri dari huruf menunjukan jenis logam, yaitu:

Sistem Penomoran Baja: AISI, SAE, UNS, ASTM, SNI
Gambar 4. Sistem Penomoran Baja: AISI, SAE, UNS, ASTM, SNI

Digit kedua sampai digit kelima adalah adaptasi dari sistem penomoran AISI/SAE. Sedangkan digit terakhir sebagai informasi tambahan untuk proses perlakuan panas, tempering contohnya, atau proses manufaktur.


Contoh UNS G10450 – G = menunjukan baja karbon (Carbon steel) – 1045 = plain carbon steel dengan kandungan karbon 0.45 % – 0 = digit terakhir informasi tambahan mengenai heat treatment dan proses manufaktur.

Contoh standarisasi baja dengan UNS :
  • UNS K11547 (tool steel T2)

  • UNS S17400 (ASTM grade 630, Cr-Ni 17-4PH precipitation hardened stainless steel)

  • UNS S30400 (SAE 304, Cr/Ni 18/10, Euronorm 1.4301 stainless steel)

  • UNS S31600 (SAE 316)

  • UNS S31603 (316L, versi low carbon dari stainless 316)



Penomoran Baja ASTM


ASTM singkatan dari American Society for Testing and Material berkedudukan di Amerika Serikat, merupakan organisasi internasional sukarela yang mengembangkan standarisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. ASTM dibentuk pertama kali pada tahun 1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuwan untuk mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu bermasalah. Jadi boleh dikatakan ASTM adalah organisasi yang memperuntukkan pemikirannya untuk pengetesan material sedangkan ANSI adalah badan yang mengurus standarisasi material.


Jadi kalau soal standar, akan mengacu ke ANSI. kalo tanya ini material apa dan standar pengetesan nya seperti apa tanya ke ASTM.


Standar ASTM terdiri dari huruf diikuti oleh nomor, penamaan ini umumnya mengacu pada produk baja tertentu.



Contoh: ASTM A 582/A 582M-95b (2000) Grade 303Se - Free Machining Stainless Steel


– A = ferrous metal, tapi tidak menjukkan apakah cast iron, carbon steel , alloy steel, tool steel atau stainless steel.

– 582 = urutan nomor yang tidak memiliki hubungan dengan sifat metal

– M = Metric (menunjukkan bahwa standar ini mengikuti SI Unit)

– 95 = tahun diadopsikan atau revisi terakhir. Huruf b menunjukkan revisi ketiga.

– (2000) = tahun terakhir standar ini disetujui dalam pertemuan komite standar internasional

– Grade 303Se = grade baja, dimana Se menunjukkan penambahan unsur Selenium


Contoh Standarisasi baja ASTM:
Standarisasi ASTM
Gambar 5. Standarisasi ASTM


Penomoran Baja Standar Nasional Indonesia (SNI)


Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah standar mutu yang berlaku di Indonesia, ditetapkan oleh instansi teknis setelah mendapat persetujuan dari Dewan Standardisasi Nasional, dan berlaku secara nasional di seluruh Indonesia.

Standarisasi SNI ini merupakan tipe standarisasi yang sama dengan JIS, yaitu berdasarkan aplikasi produksi. Struktur penomoran SNI terdiri atas serangkaian kode dengan arti tertentu yaitu berupa kode SNI, nomor unik, nomor bagian dan nomor seksi, serta tahun penetapan.


Kode SNI menyatakan bahwa dokumen tersebut adalah Standar Nasional Indonesia. Sedangkan nomor unik adalah identifikasi dari suatu standar tertentu yang jumlah digitnya sesuai kebutuhan, minimal 4 digit dan diawali dengan angka 0. Nomor bagian merupakan identifikasi yang menunjukan nomor urut bagian dari suatu standar yang mempunyai bagian. Nomor seksi merupakan identifikasi yang menunjukan nomor urut seksi dari suatu standar bagian tertentu.


Beberapa contoh standarisasi SNI pada baja karbon yang umumnya terdapat di pasaran, diantaranya :

Standarisasi SNI
Gambar 6. Standarisasi SNI

Itulah cara dalam membaca penomoran baja AISI-SAE, UNS, ASTM, dan SNI. Dengan pengetahuan ini, kini Anda sudah dapat dengan lebih mudah mengidentifikasinya. Jangan ragu untuk berbagi pendapat dan pengalaman Anda di kolom komentar! Semoga informasi ini bermanfaat bagi semua.



Kunjungi website kami:




139 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
bottom of page